Variasi pada tema pulang

Burung-burung pucat pasi ketika melihatmu melangkahkan kaki menuju rumah yang telah lama dan hampir menyerah untuk merindukanmu, dihentikannya kicauan yang sedikit merdu karena tak ada lagi yang mau peduli. Dalam benakmu ibumu sedang menyapu halaman rumah dan ayah belum pulang karena terlalu sibuk menghitung sisa waktu yang dimilikinya.

Daun-daun berhenti menjatuhkan dirinya ke tanah karena memang tak ada angin yang bertiup ketika seorang anak kecil mengantarmu membelah sudut sempit gang yang asing dan kau hanya bisa terdiam menatap rumah yang dulu sempat menjadi tempat persembunyianmu dari cinta pertama yang tak begitu menyenangkan dan kamarmu yang pernah penuh dengan air mata di bawah bantal serta segala dusta yang pernah kau terima dan tak sempat kau kembalikan.

Lalu tubuhmu terasa sangat ringan seperti tulang-tulangmu bersekutu untuk berhenti menyangga beratnya bebanmu.

Lalu gerimis turun, sebentar saja.

1 thought on “Variasi pada tema pulang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s