Sonet 4

“Ke manakah jalan menuju sebuah rumah yang dulu ada

tapi kini tak ada?” Ingatanku tersusun dari percakapan

yang rapuh. Dan usia meruntuhkannya satu demi satu

seperti jabat tanganmu di hari pertama kita bertemu

 

Mungkin jalan yang kucari itu sembunyi dalam masa lalu

yang terjelungkap dari buku catatanku

yang tak henti-hentinya kau baca

sementara aku adalah garis-garis putus yang merangkai air matamu

 

Jika aku tak salah ingat, di tubuhmu ada peta.

Jalan itu bisa jadi telah dilupakan oleh semua orang

termasuk kita sendiri.

 

Jika aku tak salah ingat, di tubuhmu ada peta.

“Umpama kita bisa mengulang waktu

Masihkah kau berani menyapaku sore itu?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s