Huruf Pertama Dalam Susunan Abjad

 

“Mengapa mesti kau percikkan kerinduan jika tak kau harapkan pertemuan”

 

Angin berbisik tanpa pesan

saat kau mulai percakapan dengan pertanyaan

malam begitu dalam menyelimuti perasaan

hingga kita tak bisa lagi temukan jalan untuk saling menyapa

aku tak tahu kemana langkahmu menuju

sepertinya dekat namun pelan-pelan menjauh

sebagaimana jarak kita yang memang terlalu uzur

 

Aku menantimu sepanjang tahun

mencoba melupakanmu seumur hidupku

mencari waktu di antara sibuk kerjamu, di jam makan siangmu,

di antara kemacetan ibukota, atau beberapa jam sebelum kau pergi tidur

Adakah aku pernah hadir dalam mimpimu?

 

Aku mencari celah di antara cinta masa lalumu

yang tidak pernah kutahu akan berkesudahan

aku menuliskan ribuan catatan untuk menggapaimu

memangkas setiap milimeter jarak kita lewat kata

melukiskan senyummu di antara dedaunan yang masih basah

dan aku tahu aku tak akan pernah menggapaimu

 

Kepada apa akan kutitipkan

semua keresahan yang menempel dalam dinding kenangan

setiap inci kerinduan

setiap rapal harapan yang luntur

ditelan kesia-sian penantian

 

Kau bilang,

“Jangan pernah mengejarku, aku akan datang padamu”

 

Dan kini kau tahu,

aku merindukanmu sangat dalam

sangat dalam hingga aku luka

sangat dalam hingga aku ingin melupakanmu

mencabut satu per satu ingatan akan senyummu yang tertanam

menyusun ulang abjad yang menyusun namamu

membungkam lagu yang tersusun dari tawamu

yang telah bergema dalam telinga

 

jangan kau suruh aku untuk tak acuh padamu

sedang kau tahu

setiap malam aku menantimu

setiap pagi aku merasa kehilanganmu

aku menanti dirimu menerima ajakan pergi denganku

makan malam, berkeliling kota, menenoton film

atau apapun yang kau mau

 

Namun kau juga tahu,

aku tak ingin pergi

jika satu saat nanti kau sungguh datang padaku

berpura-puralah mencintaiku

berpura-puralah kau mencintaiku dengan kesungguhan

maka aku akan mencintaimu dengan tanpa cela

tanpa luka dan berat hati

aku akan mencintaimu sebagaimana aku mencintai seluruh hidupku

bahkan lebih.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s