Kwatrin Penantian

(I)

Mendudukkan diri pada senja

Menggantungkan tanya pada angkasa

Lalu abjad-abjad menyapa

Menyusun satu nama. Yang seharusnya telah terlupa.

 

(II)

Tak bisa diam kumenantimu

Menunggu adalah perjalanan terpanjang dalam hidupku

Menyusuri ingatan yang lalu

Menyiasati rindu. Adakah kita akan bertemu?

 

(III)

Cuaca kini sedang tak tentu

Kadang ragu kadang haru

kemarau dalam diri

Kering menanti ricik tawamu. Dan engkau tak mengerti.

 

(IV)

Harapan terjebak dalam kemacetan kota

Seperti kabar terakhir darimu

Doa-doa menguap,  penantian makin renta

Kita tak bisa menerka. Di senja yang mana kita akan berjumpa.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s