Pistol Gajah

Liburan kali ini aku memilih untuk berpetualang di hutan. Karena pasti sangat menyenangkan jika aku menghabiskan satu hari di sana. Di  dalam hutan aku bisa bertemu bermacam-macam binatang; ada Jerapah, Gajah, Monyet, dan banyak hewan lainnya.

Waktu aku sedang berjalan sendirian di dalam hutan, tiba-tiba seekor Gajah menghampiriku. Ia mengajakku bersalaman dengan belalainya. Sang Gajah mengajakku berkeliling hutan bersama. Gajah adalah binatang yang ramah dan suka menjelajah. Aku senang bersahabat dengan Gajah.

Dalam perjalananku di hutan bersama sang Gajah, aku menemukan buah-buahan yang telah terjatuh di tanah. Kemudian aku menyimpan buah itu. Jadi jika nanti aku lelah dan Sang Gajah mulai lapar kami dapat memakannya bersama-sama. Jalan-jalan di hutan kali ini menjadi semakin mengasyikkan karena aku ditemani seekor Gajah dan aku memiliki bekal buah-buahan segar.

Tidak lama stelah itu tiba-tiba Sang Gajah menghentikan langkahnya. Ia merasa ada yang tidak beres. Gajah berbisik kepadaku, “Kita berdua sedang diikuti oleh seorang Pemburu Nakal.” Tapi Sang Gajah menyuruh agar aku tetap tenang dan jangan takut.

Ternyata benar, dari balik semak-semak tiba-tiba muncul seorang Pemburu Nakal. Ia membawa pistol panjang, berkumis tebal, dan berwajah seram.  Kata Gajah, aku bisa mengusir Pemburu Nakal dengan Pistol Gajah.

“Wahai Gajah yang ramah, apakah Pistol Gajah itu?  bagaimana cara membuatnya? Aku ingin mengusir Pemburu Nakal yang ingin menyakitimu,” kataku kepada Sang Gajah.

Sang Gajah menjawab, “HOHOHO… Pistol Gajah itu senjata andalanku. Caranya sangat mudah. Kamu hanya perlu memasukkan buah-buahan ke dalam belalaiku. Lalu bidiklah Pemburu Nakal itu. Jika bidikanmu sudah tepat maka tariklah ekorku dan buah-buahan itu akan melesat mengenai Pemburu Nakal itu.” Sekarang aku sudah tahu bagaimana caranya agar Pemburu Nakal itu pergi.

Pemburu Nakal sudah bersiap-siap dengan pistolnya yang panjang, diam-diam dia membidik Sang Gajah.

Dengan cepat aku memasukkan 2 buah Apel ke dalam belalai Gajah. Lalu aku arahkan ke badan Pemburu Nakal itu. Sekarang aku telah memegang ekor Sang Gajah dan siap menembaknya.

Kemudian aku berikan aba-aba kepada Sang Gajah. “Siap Gajah!! Satu… Dua…Tiii… WUZZZ…” 2 buah Apel melesat ke atas dan “BOEEENGG… BOOOEEENGGG….” bidikanku mengenai kepala Pemburu Nakal itu.

“Aaaaduuuhhh… Ampuuunn… Pusiiinggg…” teriak Pemburu Nakal kesakitan. “Baiklah, aku akan pulang dan tidak ingin lagi menyakiti hewan-hewan di hutan, ampuuunnn…” sambung Pemburu Nakal.

“HOREE…!!! HOHOHO…!!!” aku dan Sang Gajah bersorak bersama. Kami telah berhasil membuat Pemburu Nakal jera dengan sebuah Pistol Gajah. “YEEEIII…” teriakku.

Akhirnya Pemburu Nakal pun pergi. Aku melanjutkan perjalanan keliling hutan dengan Sang Gajah. Kini aku naik di punggung Sang Gajah, aku senang sekali.

Sang Gajah mengantarkanku keluar hutan karena hari sudah sore dan ibuku telah menunggu. Sekarang aku harus berpisah dengan Sang Gajah. Aku bersalaman dengan belalainya. Tak lupa aku lambaikan tangan kepada Sang Gajah “DADAH GAJAH…” ucapku.

Aku pulang ke rumah dengan wajah tersenyum. Liburanku kali ini sangat menyenangkan. Aku bisa bersahabat dengan Gajah. Menyimpan bermacam-macam buah, dan aku bisa mengusir Pemburu Nakal dengan Pistol Gajah. Benar-benar liburan yang tidak terlupakan.

 

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s