30 September 2013

belum lagi habis

sepi yang disisakan semalam

belum lagi tuntas

pagi yang disisa-siakan temaram

lalu dengan apa harus melewati hari

setelah semua kerinduan yang kusimpan di pucuk-pucuk dedaunan

kembali pada diriku

menjadi apa-apa yang hampa

terasa semakin nyata

bahkan tidak menjelma air mata

tidak juga mewujud jadi luka

tidak menjadi apa-apa

kecuali hanya menegaskan bahwa

penantian semakin purba

dan tak akan berujung pada apa-apa

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s