Sambil menunggumu

aku menunggumu datang di depan rumahku
menanti kau membicarakan hal baru
membukakan pintu menuju dadamu
dan kita berdua beranjak dari masa lalu
sambil menunggumu
setiap sore aku menyirami kenangan kita
menyuburkan ingatan-ingatan tentang cerita yang terlupa
menyiangi benih-benih rindu kita
sambil menunggumu
aku mempersiapkan diriku
jika nanti helai-helai rambutmu jatuh; rontok
maka akan kupungut satu demi satu
dan menanamkannya kembali di sela-sela kulit kepalaku
agar gurat wajahmu dapat selalu kukenali
agar ingatan tentangmu tumbuh subur dalam kepalaku
sambil menunggumu
hari demi hari melahap usia kita
dadaku mulai renta
penantianku telah purba
rinduku tengah menua
sambil menunggumu
dua ekor laba-laba sibuk mesra membuat sarangnya
di sudut pelukku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s