Surat yang Tak Pernah Sampai

images
pagi ini kusiapkan sepucuk surat untukmu
surat yang sepenuhnya berisikan ragu
dan seribu pertanyaan yang bisu
Apa kabarmu?”

dalam surat ini, kususunkan bait-bait kenangan yang selalu terlupakan
kurangkai puluhan adegan yang menggurat lipatan
pada kertas yang kugunakan
tak ada nama atau alamat yang tertera dalam surat ini
karena namamu hanya akan mempertegas kesepianku
dan alamatmu hanya menjanjikan pengungsian atas kesedihanku
yang selalu tak tentu
dalam surat ini, kulukiskan sketsa dirimu tanpa wajah
: tanpa alis
  tanpa bola mata
  tanpa kelopak mata
  tanpa hidung
  tanpa bibir
  tanpa senyum
  tanpa pipi
  nyaris tanpa dirimu
dengan begitu kutemukan kerinduan yang hampir abadi
pada wajahmu
dalam surat ini, jutaan kata kehilangan induknya
ratusan sajak cinta pecah berkeping-keping
dan trilyunan rinai hujan kutumpahkan
dari langit mata
dalam surat ini, kutulis semua kebahagiaan atas pertemuan denganmu
dengan tinta gelisah
dengan pena resah
dengan jemari yang pasrah
Apa kau bahagia?”
dalam surat ini, tiada yang lebih asing ketimbang diriku sendiri
tiada yang lebih pilu daripada rinduku
yang berjalan menyusuri rambutmu
sepanjang sore yang penuh kabut kalut
sedangkan dirimu semakin samar
penantianku pun pudar
kertas putih telah menguning
tinta dalam pena telah mengering
deret kata terus tergeming

2 thoughts on “Surat yang Tak Pernah Sampai”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s