Setelah aku membaca surat terakhir darimu

images (6)

Arina,
kata-kata dalam suratmu yang terakhir
telah meluruhkan kabut
pada jembatan yang tengah kau titi
dan kau terus berjalan
menjauh, semakin menjauh
tak ada ucapan selamat tinggal
tak ada lambaian tangan
kau hanya meninggalkan separuh wajahmu yang menoleh
sebagai hiasan perpisahan
dan kau terus berjalan


Arina,
telah kita kumpulkan bersama
semua luka, ribuan duka, dan serpihan dosa
dalam surat kita yang terakhir
yang ditulis dengan tinta air mata
yang kesepiannya menggema
setiap kali kita baca
yang telah menguburkan pagi
pada hitamnya malam


Arina,
bagiku kini, kerinduan semakin abadi
karena aku tahu kita tak akan pernah bertemu lagi


Arina,
aku tak akan memintamu kembali
aku juga tak akan datang lagi ke tempat kita biasa bertemu
karena hari ini, aku antarkan kepergianmu
aku susunkan jalur maafku untuk kau lalui
aku akan lepaskan jerat jeritan rinduku
dalam kebisuan mimpiku


Arina,
telah aku tinggalkan diriku
telah kuhentikan waktuku
telah kubakar habis semua kenanganmu
dan kini hanya tersisa asap darinya
yang menyesakkan dadaku


Arina,
kata-kata dalam suratmu yang terakhir
telah meluruhkan kabut
pada jembatan yang tengah kau titi
dan kau terus berjalan
perlahan kau menghilang
ditelan kabut
dan aku sendiri
di sini
mencari cara untuk mengakhiri
sajak ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s