Catatan Kerinduan 3: pulang kampung

images (6)

mungkin masih kita risaukan tentang perihal yang sama
meski datang pada waktu yang tak tentu, namun tetap tak mampu kita mengelak lupa
senja masih terlalu asyik untuk dibelah
dan kau masih terlalu cantik untuk ditelaah


di langit, mentari menguning, menyusun guratan pada kening
di jalanan, terasa riuh lomba pulang kampung
di rumah, telah terlahir benih-benih ketupat dan opor ayam
di hati, kuncup maaf mulai bermekaran


meski langkah terengah dan belum pernah sampai di rumahmu
tapi jejakmu masih terbawa hingga setengah perjalananku
meski telampau banyak persimpangan yang harus kutempuh
tapi terus kurawat bayangmu; tenang dalam kenang


langit telah terlalu licin
mentari pun tergelincir
walau kau tak lagi mau menunggu atau ditunggu
namun sepi tetap setia berujar tentang pertemuan denganmu


:”namamu masih bergema di sela sajak dan doaku”


jalanku masih sama seperti yang dulu, namun dengan arah baru
pertanyaanku telah menyusun tujuan yang baru dan tak lagi semu
langkahku menyatu jejakmu; tak terpisah
dan perhentianku adalah bahagiamu yang tak berujung


dirimu yang dulu
masih jadi rumahku
tak perlu berubah, biar kutelusuri dan kuperbarui jalan pulangku
;kepadamu


“tanpa lelah ribuan pemudik tetap khusyuk ditengah gelombang pulang”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s